Kenali 13 Trik Pedagang Mobil Nakal, Waspada!

Kenali 13 Trik Pedagang Mobil Nakal – Sebagian pedagang mobil bekas kerap melakukan kecurangan saat menjual mobilnya. Bebe­rapa kecurangan pun kami kumpulkan. Hal tersebut kerap dilakukan demi  mendapatkan untung yang lebih besar, dan agar mobkas yang dijual lekas laku. Nah, hal apa saja yang harus diperhatikan agar Anda tidak tertipu saat membeli mobkas dari pedagang?

Kenali 13 Trik Pedagang Mobil Nakal, Waspada!

Dari banyaknya trik yang kerap dilakukan pe­dagang mobkas, ada 13 trik Pedagang Mobil Nakal yang kami soroti karena paling banyak dilakukan. Berikut jabarannya.

1. Memundurkan Odometer

Trik Pedagang Mobil Nakal pertama ini jamak ditemukan di showroom mobkas. Sebagian pedagang ke­rap memundurkan odometer mobil. Hal ini dilakukan agar kondisi mobil lebih segar karena belum berjalan jauh. Biasanya jika mobil memiliki odometer yang rendah, maka konsumen lebih meliriknya.

Agar tidak tertipu, sebaiknya lihat beberapa indikator ini. Dengan jarak tempuh tinggi, biasanya permukaan cat setir, tuas persneling, atau armrest akan tampak aus, busa pada jok pengemudi sudah tidak kempis, atau lainnya. Jadi bila Anda menjum­pai mobkas dengan odo­me­ter rendah, tapi kon­disi interiornya sudah kurang ba­gus, Anda patut mencurigainya.

2. Mengganti Komponen

Selain memundurkan odometer, Trik Pedagang Mobil Nakal selanjutkan juga ada yang gemar mengganti komponen mobil agar mobkas tersebut terlihat segar. Sebagai contoh, setir mobil diganti dengan setir yang kondisi permukaannya lebih baik. Sehingga konsumen percaya jika mobil tersebut memiliki jarak tempuh yang sedikit.

3. Mengakali Kerusakan

Sebagian pedagang juga kerap mengakali kerusakan pada mobil dagangannya. “Kalau saya memperbaiki mobil, pasti memerlukan biaya lagi. Hal itu akan mengurangi keuntungan saya. Jadi terpaksa ada beberapa mobil yang memang diakali saja,” ungkap seseorang pemilik gerai mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Utara yang tidak mau disebutkan namanya.

Misalnya, mobil meng­alami kebocoran sokbreker atau tabung radiator. Maka pedagang hanya mengelem pada titik kebocoran. Alhasil, tidak ada kebocoran dalam jangka pendek atau ketika di-test drive.

4. Menutupi Kerusakan

Sebagian pedagang mobkas gemar menutupi kerusakan pada mobil dagangannya. Sebagai contoh, sebuah mobil meng­alami kebocoran oli pada seal klep. Sebagian pedagang tidak memperbaiki kerusakan tersebut, tapi mereka hanya membersihkannya hingga tidak ada bekas oli tersebut. Sehingga saat konsumen melihat kondisi mobil, terlihat dalam keadaan normal. Ya, mereka kerap melakukan hal ini karena ujung-ujungnya mereka tidak ingin keluar biaya lagi.

5. Memperbaiki Seadanya

Sebenarnya, memper­baik­i seadaanya lebih baik dari pada mengakali kerusakan. Karena mobil tersebut sudah diperbaiki meskipun hanya seadaanya. Sudah rahasia umum, bengkel mempunyai harga khusus untuk pedagang mobil. Biasanya mereka minta diperbaiki seadanya saja. Sebagai contoh, kerusakan ada 5 item yang harus diperbaiki.

Nah mere­ka biasanya minta 3 item saja yang diperbaiki asal mobil tidak terlihat rusak lagi. Dari segi biaya juga lebih murah. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya bawalah mobil incaran Anda ke bengkel resmi untuk dilakukan general check up.

6. Nomor Rangka Tidak Sama

Hal ini cukup berbahaya jika Anda membeli mobil dengan nomor rangka di BPKB dan di mobil. Karena bisa saja mobil tersebut merupakan mobil curian, atau surat-surat asli mobil tersebut tidak lengkap.

Biasanya mobil yang tidak memiliki surat-surat lengkap, harga jualnya murah. Untuk menghindari hal tersebut, bawalah mobil Anda ke Polda Metro Jaya untuk melakukan cek fisik kendaraan dengan biaya sekitar Rp 50 ribu.

7. Menukar Komponen Mobil

Sebagian pedagang me­lakukan hal ini demi menambah keuntungannya. Sebagai contoh, mengganti lampu depan mobil yang masih baik. Demi menambah keuntungan, lampu de­pan mobil itu ditukar tambah dengan orang yang membutuhkannya, dan me­nukarnya dengan lampu depan yang kondisinya lebih buruk. Untuk kondisi ini, pembeli memang sulit untuk mendeteksinya.

8. Mengganti Aksesori Standar

Sebagian mobil telah dilengkapi aksesori lebih baik. Sebagai contoh, Mercedez-Benz tipe Avangarde yang memiliki beberapa aksesori tambahan yang berbeda dibanding varian Classic. Ada sebagian pedagang yang menukar tambah akse­sori tersebut demi mendapatkan keuntungan lebih. Untuk mengantisipasinya, cari lah terlebih dahulu spesifikasi mobkas yang Anda incar melalui internet atau dari teman. Sehingga Anda mengetahui aksesori asli yang terdapat di mobil tersebut.

9. Menjual Mobil di Tempat Gelap

Hindari melihat mobkas incaran Anda di tempat gelap seperti di garasi, showroom yang gelap, atau lainnya. Karena Anda akan kesulitan melihat kondisi mobil secara jelas. Seperti untuk melihat gores pada bodi, atau ada cacat seperti penyok kecil, dan lainnya. Sebisa mungkin periksa mobil di area yang terang.

10. Menjual Dibawah Harga Pasaran Atau Butuh Uang

Jangan cepat tergoda jika ada penjual mobkas yang menjual mobil de­ngan harga jauh lebih murah dari pasaran dan meminta untuk segera membeli mobkasnya. Hal ini mudah menggoda karena harga lebih murah dari pasaran dan secara tidak langsung dapat membuat kita berempati pada si penjual. Bukan tidak mungkin, terdapat kerusakan fatal atau cacat yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi pada mobil itu. Atau dokumen sudah tidak lengkap/asli.

11. Menutupi Kain Jok yang Rusak

Banyak hal menjadi penyebab permukaan jok standar rusak atau robek. Tentu kondisi ini membuat mobkas jadi lebih sulit terjual. Untuk mengakalinya, pedagang merogoh koceknya untuk memasang pelapis jok baru untuk menutupi kerusakan itu. Sebaiknya, periksa terle­bih dahulu kondisi interior­nya secara detail. Termasuk melepas pelapis jok.

12. Bodi Mobil Harus Terlihat Mulus

Bisa saja mobkas yang diincar pernah mengalami tabrakan keras. Untuk mem­perbaiki kerusakan bodi dan membuat permukaannya mulus, penggunaan banyak dempul pada bagian yang penyok kerap dilakukan.

Untuk mengetahuinya, coba ketuk dengan tangan Anda pada sekeliling bodi mobil incaran. Jika mobil tersebut bebas dari dempul dan masih orisinil, bunyi ketuk itu selalu mirip dan nyaring. Jika banyak dempul, suaranya akan berbeda.

13. Janji-janji Manis Setelah Mobil Dibayar

Trik Pedagang Mobil Nakal terakhir ini lazim dijumpai setelah deal. Keadaan mobkas yang sudah dibeli ten­tu tidak seperti baru. Tapi ada pula bagian interior dan eksterior yang tidak lengkap. Sebagian pedagang ada yang menjanji­kan akan membantu mencari bagian mobil tersebut dan memberi informasi bahwa untuk mencari bagian yang tidak lengkap itu cukup mudah dan ada yang jual dengan harga miring.

Setelah mobil Anda bayar, dan mencoba menghubungi si pedagang, maka si pedagang akan bicara 180 derajat dari janji-janjinya sebelum mobil terjual pada Anda. Janganlah percaya pada omongan pedangan 100 persen. Sebisa mungkin jangan pernah membeli mobil jika ada komponen interior dan eksterior yang tak lengkap.

Demikian beberapa trik yang kerap dilakukan Pedagang Mobil Nakal. Terakhir, jika Anda pembeli langsung, ajaklah kerabat yang benar-benar memiliki basic pengetahuan tentang mobil. Atau boleh saja menggunakan jasa layanan inspeksi mobil karena cara ini paling jitu untuk menangkal Trik Pedagang Mobil Nakal. Baca juga:

Panduan Membeli Mobil Mewah Bekas

Kenali 13 Trik Pedagang Mobil Nakal, Waspada!

Kenali 13 Trik Pedagang Mobil Nakal - Sebagian pedagang mobil bekas kerap melakukan kecurangan saat menjual mobilnya. Bebe­rapa kecurangan pun kami kumpulk

Editor's Rating:
5764
Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!