Kapasitas Oli Mesin Mobil Kijang Kapsul dan Tips Awet

Jaldayat.com – Setiap jenis mobil mempunyai kapasitas oli yang berbeda. Bagi Anda yang memiliki koleksi kijang Kapsul di rumah, mengetahui kapasitas oli mesin kijang Kapsul sangat penting untuk menjaga agar pengisian oli dapat dilakukan secara tepat.

Kendati saat ini tersedia berbagai pilihan bengkel otomotif yang siap membantu Anda mengganti oli mesin, tidak ada salahnya memperkaya pengetahuan Anda mengenai hal tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mengganti oli sendiri atau terhindar dari kecurangan yang mungkin dilakukan di bengkel.

Fungsi Penting Oli Mesin

Oli mesin sangat penting bagi mobil. Fungsi utamanya adalah untuk mendukung kinerja mobil dengan cara melumasi komponen mesin yang bergerak, misalnya piston, bearing, dan poros engkol. Pelumasan tersebut sangat penting untuk mencegah kerusakan pada mesin.

Selain itu, oli juga berfungsi sebagai pendingin. Mesin yang terus bergerak dan bergesekan secara terus menerus akan menghasilkan panas. Oli berperan untuk menyerap panas pada komponen dan mengalirkannya ke bagian pendingin. Dengan demikian, suhu mesin lebih terkendali.

Masih ada beragam fungsi lain dari oli mesin, seperti membersihkan mesin yang mengangkut kotoran, melindungi mesin dari karat, serta menjaga performa mesin. Berbagai hal tersebut juga berdampak positif pada efisiensi bahan bakar kendaraan.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Gejala Oversteer dan Understeer

Berapa Kapasitas Oli Mesin Mobil Kijang Kapsul?

Berapa Kapasitas Oli Mesin Mobil Kijang Kapsul

Anda tidak bisa oli mesin secara sembarangan tanpa takaran khusus. Pasalnya, setiap mobil mempunyai kapasitas oli yang berbeda sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin. Lantas, berapa kapasitas oli mesin Kijang Kapsul?

Dibutuhkan sekitar 3,5 liter oli untuk mengganti oli mesin dan filternya. Kapasitas ini masuk pada golongan menengah, yaitu tidak terlalu banyak namun tidak terlalu sedikit. Sebagai perbandingan, Toyota Avanza yang hanya membutuhkan 2,5-3 liter sedangkan Kijang 7K membutuhkan 4,3 liter.

Dengan kisaran kapasitas tersebut, dibutuhkan sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu untuk satu kali penggantian oli mesin. Harga sudah termasuk oli yang digunakan dan jasa bengkel. Mungkin terdapat perbedaan harga tergantung jenis oli yang digunakan dan bengkel yang dikunjungi.

Bagaimana Jika Oli Kurang atau Melebihi Kapasitas?

Mengetahui kapasitas oli mesin sangat penting agar pengisian dapat dilakukan dengan tepat. Pasalnya, kekurangan atau kelebihan oli mesin dapat menimbulkan dampak yang kurang bagus terutama untuk mesin kendaraan Anda.

Misalnya, apabila kapasitas kurang dari yang seharusnya, maka oli akan lebih cepat habis. Ini berarti Anda harus melakukan pengisian kembali lebih cepat daripada jadwal yang seharusnya. Kemungkinan terburuknya, mesin bisa kehabisan oli tanpa Anda sadari sehingga berakibat fatal pada mesin.

Sebaliknya, jika oli yang digunakan melebihi kapasitas, maka tarikan akan lebih berat. Penyebabnya adalah kinerja mesin menjadi semakin berat dalam melumasi seluruh komponen. Bahkan pada beberapa kasus, kelebihan oli mesin bisa berdampak pada menurunnya performa mobil.

Tips Agar Oli Mesin Kijang Kapsul Awet

Tips Agar Oli Mesin Kijang Kapsul Awet

Setelah mengetahui informasi seputar kapasitas oli mesin mobil Kijang Kapsul, saatnya Anda mempelajari cara menjaga agar oli mesin tetap awet. Dengan begitu, Anda tidak perlu melakukan penggantian terlalu cepat. Simak beberapa tips berikut ini.

Baca Juga:  Beli Mobil Bodong Bekas, Awas Tercyduck!

1. Gunakan Merek Oli yang Sama

Anda mungkin tertarik untuk mencoba berbagai jenis oli mesin yang menawarkan beragam keunggulan. Sayangnya, bergonta-ganti merek oli mobil justru bisa menimbulkan dampak buruk. Hal ini disebabkan setiap merek oli mempunyai kandungan yang berbeda-beda.

Untuk menghindari hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan bengkel resmi kendaraan. Beberapa produsen otomotif meluncurkan produk oli yang secara khusus dirancang untuk mobil keluaran mereka. Memilih oli jenis ini dianggap lebih aman karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

2. Lakukan Penggantian Secara Berkala

Tips selanjutnya untuk menjaga agar oli mesin tetap awet adalah dengan melakukan penggantian secara berkala. Jarak tempuh oli mesin adalah sekitar 10.000 km yang berarti Anda harus mengganti oli apabila jarak tersebut sudah terpenuhi.

Namun ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan, antara lain kondisi jalanan dan tingkat mobilitas yang mungkin membuat oli harus diganti lebih cepat. Jangan lupa untuk sesekali mengecek kadar dan tingkat kekentalan oli untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

3. Segera Periksa apabila Terjadi Kebocoran

Apabila Anda menemukan adanya kebocoran oli, maka segera kunjungi bengkel kepercayaan Anda. Kebocoran oli mesin bisa berakibat fatal apabila dibiarkan. Pasalnya, oli akan terus berkurang sehingga dapat menyebabkan penurunan performa dan mesin panas.

Sampaikan kepada petugas mengenai keluhan Anda. Pastikan masalah sudah terselesaikan ketika meninggalkan bengkel tersebut. Cek kembali apakah kebocoran masih berlanjut atau sudah beres.

Baca Juga:  Kelistrikan Mobil Eropa Bikin Pusing, Benarkah?

4. Perhatikan Kondisi Jalanan

Kondisi jalanan mempengaruhi tingkat keawetan oli mesin. Berkendara di jalanan yang lengang dan datar membuat oli mesin awet lebih lama dibandingkan dengan mengemudi di jalanan kota yang macet atau tanjakan. Hal ini karena mesin dipaksa bekerja lebih keras.

Jika memungkinkan, Anda bisa menghindari jalanan yang macet atau menanjak. Tujuannya adalah agar oli mesin lebih awet dan tidak membutuhkan penggantian dengan cepat. Namun apabila tidak memungkinkan, lakukan pengecekan oli secara berkala.

5. Isi Sesuai Kapasitas Mobil

Terakhir, sesuaikan kapasitas oli mesin dengan spesifikasi mobil Anda. Hindari mengisi oli mesin terlalu sedikit atau justru terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Cari tahu seputar kapasitas oli mesin sesuai spesifikasi mobil atau kunjungi bengkel terpercaya Anda.

Singkatnya, mengetahui kapasitas oli mesin pada mobil Anda sangat penting untuk menghindari masalah permesinan. Kapasitas oli mesin mobil Kijang Kapsul adalah sekitar 3,5 liter, lebih banyak dari Toyota Avanza namun lebih sedikit dibandingkan Kijang 7K.

Baca Juga:

error: