Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Lancer Ex 2.0 GT

Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Lancer Ex 2.0 GT – Mitsubishi Lancer memiliki sejarah yang cukup panjang di berbagai belahan dunia. Khususnya untuk varian paling bertenaga, Lancer Evo, yang identik dengan mobil rally. Desain dari Lancer Evo juga turut digunakan untuk varian sedan biasa dengan sedikit beberapa pemangkasan spek.

Di Indonesia, puncak kesuksesan Mitsubishi Lancer terjadi di era 90-an melalui Lancer CB dan Lancer CK. Lancer CB sering disebut sebagai Evo 3 sementara Lancer CK disapa sebagai Evo 4 dan Evo 5 untuk versi faceliftnya. Padahal, seri sedan Lancer dan Evo berbeda cukup jauh. Terutama pada sektor mesin dan penggerak dimana varian Evo berpenggerak seluruh roda (AWD).

Pada pembuka era millenium, seri CK4 pensiun lalu dilanjutkan oleh Lancer Cedia. Kali ini, perbedaan eksteriornya terbilang cukup kentara dengan Evo 6 hingga Evo 9 yang mengadopsi desain serupa. Seri ini juga menjadi salah satu Lancer yang dijual paling lama di Indonesia. Tercatat, keluaran tahun paling tinggi untuk Lancer Cedia berakhir di tahun 2012.

Hal cukup unik ada disini. Ketika Lancer Cedia masih dijual oleh PT. KTB selaku APM Mitsubishi di Indonesia, mereka turut memperkenalkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 pada tahun 2008, membawa desain serupa dengan Evo X (Evo 10) yang juga dijual resmi secara terbatas. Sehingga kedua generasi Lancer tersebut dijual dalam waktu bersamaan dengan target pasar berbeda.

Untuk generasi ini, Lancer yang masuk ke Indonesia adalah varian flagship dengan mengusung label Ex GT. Sementara varian bawahnya adalah Lancer ES dan Lancer Ex (tanpa emblem GT) yang dijual di negara lain. Dibekali mesin 4B11 2.000 cc Mivec, otomatis membuatnya sebagai Lancer non Evo bermesin paling besar sekaligus paling bertenaga yang pernah dijual di tanah air.

Kemunculan Lancer Ex di Indonesia setidaknya bisa menjadi pengobat rindu bagi fans fanatik Lancer yang doyan modifikasi. Pasalnya, dengan sedikit pergantian part eksterior, tampilan Lancer Ex bisa diubah menjadi Lancer Evo X yang harganya bisa berkali-kali lipat.

Mitsubishi Lancer Ex 2.0 GT sendiri masuk ke dalam kategori segmen sedan kompak. Rival terdekatnya adalah Honda Civic FD2 yang juga dibekali dapur pacu 2.000 cc. Sementara kompetitor lainnya diisi oleh Toyota Altis Gen 2, BMW E90 Seri-3, dan Mercy W204 C-Class.

Namun sayang, mobil ini hanya diedarkan oleh KTB selama 2 tahun saja  hingga tahun 2010. Kehadirannya sekaligus menjadi generasi penutup Lancer karena sejak tahun 2015, Mitubishi Global resmi menghentikan produksi Lancer dan mereka lebih fokus ke produk lain. Diantaranya Mitsubishi Outlander Sport Crossover, SUV Mitsubishi Pajero Sport, Pickup Strada Triton, dan low MPV Mitsubishi Xpander.

Spesifikasi Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT

  • Mesin : 2.0 liter 4B11 MIVEC.
  • Konfigurasi :  4 silinder segaris 16 katup DOHC.
  • Tenaga : 155 HP @6.000 RPM.
  • Torsi : 199 Nm @4.250 RPM.
  • Bore x stroke : 86 mm x 06 mm.
  • Rasio kompresi : 10:1.
  • Bore x Stroke : 86 mm x86 mm.
  • Transmisi : manual 5 percepatan dan matic triptonic INVECS-III CVT 6 percepatan dengan pedal shift.
  • Suspensi : Depan MacPherson independent, belakang multilink.
  • Rival : Honda Civic FD, Toyota Altis Gen 2, BMW E90, Mercy w204.
  • Tahun penjualan : 2008 – 2010.

Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Lancer Ex 2.0 GT

Berikut beberapa informasi penting mengenai Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Lancer Ex 2.0 GT di Indonesia yang dijual dari tahun 2008 hingga 2010.

Keunggulan Mitsubishi Lancer EX 2.0

  • Image mobil rally.
  • Desain sangat sporty.
  • Harga jual relatif tinggi.
  • Tenaga besar.
  • Fun to drive.
  • Akomodasi kabin cukup lapang.

Kelemahan Mitsubishi Lancer EX 2.0

  • Boros.
  • Langka.
  • Pajak mahal.
  • Desain interior kurang atraktif.
  • Bagasi sempit.
  • Hanya hadir dengan pilihan mesin tunggal.
  • Belum dibekali turbo.
  • Ketersediaan suku cadang slow moving terbatas.
  • Biaya perawatan mahal.

Demikian beberapa informasi penting mengenai Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Lancer Ex 2.0 GT di Indonesia yang dijual dari tahun 2008 hingga 2010. Minimnya unit yang beredar memang membawa poin positif di satu sisi, sehingga harganya menjadi sangat bertahan. Namun disisi lainnya, ketersediaan suku cadang menjadi sedikit terkendala karena sedan ini terkesan dianaktirikan oleh Mitsubishi Indonesia. Baca juga:

Rekomendasi Sedan Mewah Bekas Harga Terjangkau

Incoming search terms:

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!